Sunday, 19 June 2016

Jenis-jenis Vitamin, Fungsinya dan Sumbernya

Vitamin adalah sekumpulan senyawa organik dengan bobot melekul kecil yang mempunyai fungsi yang sangat penting dalam proses metabolisme bagi segala jenis makhluk hidup, baik manusia, hewan ataupun tumbuhan. Vitamin sering dianggap tidak dapat diproduksi oleh tubuh, meski sebenarnya beberapa organ tubuh mampu mereproduksi vitamin dengan adanya pemicu dari luar. Misalnya adalah tubuh manusia yang mampu menghasilkan vitamin D karena dipicu oleh sinar matahari pagi. Selain vitamin D, tubuh manusia juga dimungkinkan untuk memproduksi vitamin K. Kendati, bisa memproduksi vitamin, sayangnya vitamin D dan K ini hanya bersifat provitamin yang tidak aktif.

Buah-buahan sebagai sumber vitamin yang bervariasi
Vitamin atau dalam bahasa inggrisnya vital amine (vitamin) berasal dari dua gabungan kata bahasa Latin yaitu vita dan amina (amine). Vita artinya adalah hidup, sementara anima (amine) lebih merujuk pada suatu gugus organik yang mempunyai atom nitrogen (N). Meskipun artinya demikian, namun penelitian modern sekarang ini telah mengungkapkan bahwa tidak semua vitamin punya atom N. Berdasarkan ilmi segi enzimologi, vitamin sendiri merupakan kofaktor dalam reaksi kimia yang dikatalisasi oleh enzim.

Vitamin sendiri terbagi menjadi 13 jenis. Masing-masing jenis vitamin itu memiliki peran dan fungsi yang berbeda-beda bagi organ tubuh. Namun demikian, apa-apa sajakah vitamin itu? Berikut ini adalah daftar jenis-jenis atau macam-macam vitamin yang disertai oleh sumber asal di mana ia ditemukan, fungsi, tahun penemuan serta nama biokimianya.

Tahun ditemukan
Vitamin
Nama biokimia
Sumber
1909
Vitamin A
Retinol
Wortel
1912
Vitamin B1
Tiamin
Susu
1912
Vitamin C
Asam askorbat
Jeruk sitrun
1918
Vitamin D
Kalsiferol
Keju
1920
Vitamin B2
Riboflavin
Telur
1922
Vitamin E
Tokoferol
ikan
1926
Vitamin B12
Sianokobalamin
Telur
1929
Vitamin K
Filokuinona
Kuning telur
1931
Vitamin B5
Asam pantotenat
Susu
1931
Vitamin B7
Biotin
Hati
1934
Vitamin B6
Piridoksin
Kacang
1936
Vitamin B3
Niasin
Ragi
1941
Vitamin B9
Asam folat
Hati

1. Vitamin A

Vitamin A ditemukan pada tahun 1909 dan memiliki nama biokimia "retinol". Vitamin A adalah vitamin yang sangat dibutuhkan oleh mata (indra penglihatan). Perannya bagi tubuh adalah untuk membentuk indra penglihatan agar bisa melihat lebih baik, lebih-lebih saat malam hari. Peran lain vitamin A yang juga terkait dengan indra penglihatan adalah sebagai salah satu komponen yang berguna untuk menyusun pigmen mata di retina. Tidak hanya itu, vitamin A juga bagus untuk menjaga kesehatan kulit serta kekebalan tubuh.

Vitamin A dapat ditemukan pada makanan tertentu seperti, ikan, susu, sayur­sayuran (khususnya pada sayur dengan warna kuning dan hijau), buah­buahan (khususnya buah dengan warna kuning dan merah), misalnya wortel, pisang, cabai merah serta pepaya.

Jika seseorang kekurangan Vitamin A, akibatnya ia bisa saja mengalami gangguan kesehatan, seperti katarak, rabun senja, penurunan imunitas tubuh hingga infeksi pada saluran pernapasan. Sementara itu, jika seseorang kelebihan vitamin A, akibatnya adalah membuat dirinya menjadi keracunan.

2. Vitamin B

Pada dasarnya, kelompok vitamin B sangat penting dalam metabolisme tubuh, khususnya dalam pelepasan energi ketika kita melakukan aktivitas harian. Beberaja jenis kelompok jenis Vitamin B, ada juga yang berguna dalam membantuk pembentukan sel darah merah (eritrosit). Vitamin B dapat ditemukan dalam berbagai makanan, termasuk gandum, ikan, sayur­-sayuran berwarna hijau dan susu.

3. Vitamin B1


Vitamin B1 ditemukan pada tahun 1912 dan memiliki nama biokimia "Tiamin". Vitamin B1 adalah  vitamin yang mempunyai tugas penting dalam mengubah karbohidrat menjadi sumber energi yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Vitamin B1 juga sangat penting dalam hal merawat dan menjaga kesehatan kulit. Selain itu, vitamin B1 juga berguna dalam membantu metabolisme lemak dan protein. 

Jika kekurangan vitamin ini, dampaknya akan timbul gangguan kulit seperti kulit bersisik dan kering. Parahnya, kekurangan vitamin ini juga dapat mengakibatkan timbulnya penyakit beri-beri, jantung, gangguan pada saluran pencernaan bahkan masalah pada sistem saraf.

Agar terhindar dari penyakit itu, disarankan bagi Anda untuk selalu menjaga asupan makanan yang mengandung B1. Adapin makanan yang menjadi sumber vitamin B1 adalah nasi, gandum, daging, kacang-kacangan, telur dan susu.

Kuning telur sebagai sumber vitamin B2, E dan K
4. Vitamin B2
Vitamin B2 ditemukan pada tahun 1920 dan memiliki nama biokimia "Riboflavin". Vitamin B2 adalah vitamin yang bertindak sebagai komponen koenzim flavin mononukleotida (flavin mononucleotide, FMN) serta flavin adenine dinukleotida (adenine dinucleotide, FAD).

Enzim-enzim ini memiliki peran penting dalam regenerasi energi pada tubuh lewat suatu proses yang disebut respirasi. Vitamin B2 bertindak dalam membentuk molekul steroid, glikogen dan sel darah merah. Selain itu, ia juga berfungsi sebagai penyokong dalam pertumbuhan pelbagai organ tubuh, misalnya rambut, kuku dan kulit.

Vitamin B2 dapat ditemukan pada kacang kedelai, sayur­-sayuran yang segar, kuning telur dan susu. Kekurangan vitamin B2 dapat membuat sistem imunitas tubuh menurun, mulut kering, sariawan, bibir pecah-pecah dan kulit menjadi kering disertai berisisik.

5. Vitamin B3
Vitamin B3 ditemukan pada tahun 1936 dan memiliki nama biokimia "Niasin". Vitamin B3 adalah vitamin yang memiliki fungsi penting dalam metabolisme karbohidrat untuk dijadikan energi, metabolisme lemak dan protein. Ia juga mempunyai peran sebagai penyeimbang tekanan darah tinggi, kadar gula dalam darah, vertigo dan penyembuhan terhadap migrain (sakit kepala berdenyut sebelah). Selain peranan penting tadi, vitamin B3 juga dapat bertindak sebagai penetral pelbagai jenis racun.

Vitamin B2 banyak ditemukan pada makanan yang berasal dari hewani, misalnya daging unggas, ikan, hati, ginjal dan ragi. Meski begitu, namun meskipun vitamin ini banyak ditemui pada makanan hewani, tapi ia juga dapat dijumpai pada makanan nabati. Bahkan, kandungan vitamin B3 bisa lebih tinggi pada makanan nabati seperti kentang dan gandum.

Jika seseorang kekurangan vitamin B3, akibatnya tubuh akan merasakan yang namanya keram otot, kekejangan, muntah­muntah, gangguan terhadap sistem pencernaan hingga mual-mual.

6. Vitamin B5
Vitamin B5 ditemukan pada tahun 1931 dan memiliki nama biokimia "Asam pantotenat". Vitamin B5 adalah salah satu jenis kelompok vitamin B5 yang terkait dengan reaksi enzimatik di tubuh. Hal tersebut mengakibatkan vitamin B5 jadi memainkan banyak peran dalam pelbagai jenis metabolisme, salah satunya adalah reaksi pemecahan nutrisi yang ada dalam makanan, lebih-lebih lemak. Tak cukup sampai disitu, ada banyak peran lain yang juga dimainkan oleh vitamin ini, misalnya adalah peran dalam menjaga komunikasi yang baik dari sistem saraf pusat dan otak serta menghasilkan sterol, senyawa asam lemak, hormon tubuh dan neurotransmiter.

Vitamin ini sendiri banyak ditemui pada makanan hewani seperti, ginjal, daging, hati dan susu. Selain itu, vitamin ini juga dapat dijumpai pada makanan nabati seperti, kacang hijau dan sayuran hijau.

Jika kekurangan vitamin B5, akibatnya akan sama seperti bila kekurangan vitamin B1 dan B2, yaitu gangguan kulit (kulit bersisik dan pecah­pecah), gangguan tidur hingga sering merasakan keram-keram pada otot.

Ikan mempunyai kandungan vitamin A, B3, B6, D dan E
7. Vitamin B6
Vitamin B6 ditemukan pada tahun 1934 dan memiliki nama biokimia "Piridoksin". Vitamin B6 adalah salah satu kelompok vitamin B6 yang sangat diperlukan oleh tubuh karena ia miliki peran sebagai senyawa koenzim A yang dimanfaatkan oleh tubuh guna memproduksi energi lewat jalur sintesis asam lemak, misalnya spingolipid dan fosfolipid.

Peran lain yang juga dimainkan oleh vitamin B6 adalah peran dalam hal metabolisme nutrisi dan menghasilkan antibodi sebagai cara pertahanan tubuh dari antigen atau senyawa asing yang buruk bagi tubuh. Vitamin B6 bisa dibilang adalah vitamin yang tergolong gampang ditemui karena biasanya vitamin ini sering berdiam di makanan pokok seperti jagung, beras, daging, ikan dan kacang-kacangan.

Sementara itu, jika seseorang mengalami kekurangan terhadap vitamin ini, dampaknya akan berakibat buruk, apalagi jika kekurangan dalam jumlah besar. Adapun dampak buruknya adalah dapat membuat tubuh jadi mengalami gangguan kesehatan keram otot, kulit pecah­pecah bahkan insomnia (gangguan tidur).

8. Vitamin B12
Vitamin B1 ditemukan pada tahun 1926 dan memiliki nama biokimia "Sianokobalamin". Vitamin B12 adalah salah satu kelompok vitamin B yang tidak bisa dijumpai pada makanan nabati tetapi hanya hanya dijumpai pada makanan hewani. Itulah sebabnya, enggak heran kalau orang yang vegetarian (hanya makan makanan nabati) akan kerap mendapatkan gangguan kesehatan yang ditimbulkan karena kekurangan vitamin B12.

Vitamin B12 sering terlibat dalam metabolisme energi di tubuh. Ia juga tergolong sebagai jenis vitamin yang bertindak dalam memelihara sel saraf, membentuk platelet darah dan membentuk molekul RNA & RNA.

Sumber vitamin B12 adalah hati, telur dan daging. Apabila seseorang kekurangan vitamin B12, dampaknya ia akan mengalami gangguan penyakit yang bisa membuat dirinya jadi cepat lelah, lesu, anemia (kekurangan darah) hingga iritasi pada kulit.

9. Vitamin C
Vitamin B1 ditemukan pada tahun 1912 dan memiliki nama biokimia "Asam askorbat". Vitamin C adalah vitamin yang bertindak sebagai senyawa yang membentuk kolagen yang tidak lain merupakan protein yang sangat dibutuhkan tubuh dalam menyusun jaringan kulit, tulang, sendi, dan jaringan penyokong lain.

Vitamin ini dianggap sebagai senyawa antioksidan alami yang bisa menolak pelbagai radikal bebas yang datang dari pencemaran sekitar. Vitamin C juga sangat bermanfaat bagi tubuh terutama dalam menurunkan laju mutasi sehingga akan mengurangi risiko pelbagai gangguan kesehatan degenaratif, misalnya kanker. Tak henti sampai disitu, vitamin ini ternyata juga bertindak dalam menjaga bentuk serta struktur jaringan tubuh, contohnya otot. Luka-luka juga dapat ditutupi segera oleh Vitamin C sehingga nantinya kuman, bakteri dan sejenisnya akan sulit untuk menginfeksi luka tersebut.

Bila kekurangan Vitamin C, dampaknya akan membuat orang itu akan mengalami gangguan kesehatan terutama pada gusi yang mudah berdarah atau terjadinya rasa nyeri terhadap bagian sendi. Sementara itu, jika Vitamin ini terlalu banyak menumpuk ditubuh, dampaknya akan timbul gangguan pada ginjal yang kemudian disebut sebagai batu ginjal. Selain itu, masalah pada saluran pencernaan serta rusaknya sel darah merah juga bisa timbul bila kandungan vitamin C terlalu banyak dikandung tubuh.

Keju mempunyai vitamin D
10. Vitamin D
Vitamin B1 ditemukan pada tahun 1918 dan memiliki nama biokimia "Kalsiferol". Vitamin D adalah vitamin yang sangat penting bagi tubuh, terutama pada bagian tulang. Ia sangat berperan penting dalam mendukung metabolisme kalsium serta mineralisasi pada tulang. 

Apabila seseorang memiliki jumlah Vitamin D yang rendah di dalam tubuhnya, akibatnya ia akan mengalami masalah, terutama yang berkaitan dengan tulang. Ada banyak gangguan yang dapat ditimbulkan jika kekurangan vitamin ini, salah satunya adalah gangguan yang membuat pertumbuhan kaki jadi abnormal. Ketidaknormalan ini bisa dilihat jika betis kaki membentuk huruf O dan X. Selain itu, ada juga penyakit lain yang akan menyerang mereka yang kekurangan vitamin D, diantaranya otot mudah kejang, dan gigi cepat rusak. Selain itu, penyakit osteomalasia (berkurangnya kalsium & fosfor dengan jumlah besar) juga akan menyerang remaja. Sementara bagi orang yang sudah tua (manula), gangguan yang dapat ditimbulkan adalah masalah pada tulang yang rapuh karena kepadatan tulang berkurang (osteoporosis). Sementara jika kadar Vitamin D terlalu banyak dikandung tubuh, dampak buruknya adalah bisa membuat orangnya jadi dehidrasi secara  berlebihan, muntah­-muntah, berat badan jadi menurun hingga diare.

Vitamin D sendiri dapat ditemui oada makanan yang termasuk hewani, seperti telur, ikan, susu dan keju. Adapun sel kulit pada tubuh manusia ternyata juga bisa menghasilkan vitamin D sendiri ketika tersinar matahari.

11. Vitamin E
Vitamin B1 ditemukan pada tahun 1922 dan memiliki nama biokimia "Tokoferol". Vitamin E adalah vitamin yang sangat penting bagi kesehatan jaringan yang ada di tubuh, baik jaringan kulit, sel darah merah, hati dan mata. Selain itu, vitamin ini juga berperan sebagai senyawa antioksidan alami yang mampu menjaga organ paru­paru dari polusi udara. 

Vitamin ini sendiri dapat ditemui pada ayam, ikan, ragi, minyak nabati (tumbuh­tumbuhan) dan kuning telur. Vitamin ini meski hanya diperlukan tubuh dalam jumlah yang tak banyak, tetapi jika kekurangan vitamin E, risikonya bisa mengakibatkan gangguan serius, antara lain kemandulan bagi pria & wanita, masalah pada saraf otot yang tak berkesudahan.

12. Vitamin K
Vitamin B1 ditemukan pada tahun 1929 dan memiliki nama biokimia "Filokuinona". Vitamin K adalah vitamin yang bertugas dalam membentuk sistem peredaran darah sehingga menjadi lebih baik dan juga membantu dalam penutupan luka. Vitamin K juga mempunyai peran sebagai kofaktor enzim yang berguna untuk mengkatalis reaksi karboksilasi asam amino asam glutamat.

Apabila kandungan Vitamin K dalam tubuh mengalami kekurangan, maka akan timbul masalah pendarahan di tubuh bahkan tubuh akan mengalami kesusahan dalam membekukan darah ketika bagian tubuh ada yang terluka atau mengalami pendarahan. Vitamin ini bisa dengan mudah ditemui pada makanan seperti kuning telur, sayuran segar dan susu.

Itulah daftar jenis-jenis vitamin yang sangat perlu bahkan penting bagi tubuh. Agar terhindar dari masalah yang ditimbulkan oleh kelebihan maupun kekurangan vitamin, maka solusinya adalah dengan mengonsumsi makanan yang seimbang. Selain itu, aturlah pola makan dengan komposisi waktu dan bahan yang sehat dan sesuai dengan porsi yang dianjurkan.

Related Posts

Jenis-jenis Vitamin, Fungsinya dan Sumbernya
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.

2 komentar

Tulis komentar
avatar
19 June 2016 at 16:01

Lengkap banget di bookmark akh

Reply