Sunday, 8 May 2016

Grab, Perusahaan Teknologi Bukan Transportasi

Indonesia sedang booming-nya layanan transportasi berbasis aplikasi online. Salah satu layanan transportasi online yang kini sedang hangat diperbincangkan adalah Grab. Grab atau sebelumnya dikenal dengan GrabTaxi merupakan sebuah perusahaan yang berfokus pada layanan transportasi berbasis aplikasi online. Perusahaan ini telah menyediakan aplikasi yang memungkinkan penggunanya untuk memesan jasa transportasi hanya melalui ponsel pintar via akses jaringan internet. Grab lebih senang disebut sebagai perusahaan teknologi dibanding perusahaan transportasi dengan alasan mereka tidak memiliki kendaraan.


Aplikasi Grab sudah tersedia di berbagai macam perangkat mobile dan dapat didownload gratis melalui Play Store, Apple iOS, dan BlackBerry World. Layanan Grab hingga kini telah mencakup beberapa kawasan di Asia Tenggara seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Indonesia, Filipina serta Vietnam.

Mereka mempunyai visi guna merubah industri taksi Asia Tenggara, membuatnya menjadi lebih aman dan lebih efisien sebagai sarana transportasi bagi masyarakat Asia Tenggara. Pada bulan Maret 2015, Grab telah mencatat bahwa ada sekitar 75 ribu sopir taksi yang bergabung dengan mereka. Selain itu, tercatat ada sekitar 3,8 juta pengguna yang telah terdaftar dalam aplikasi mobile grab. Grab sendiri didirikan di Malaysia dan bermarkas pusat di Singapura.

Sejarah dan Awal Mula Grab

Sebelum menjadi Grab, nama awalnya adalah MyTeksi. MyTeksi didirikan pada tahun 2011 di negara Malaysia. Kemudian MyTeksi berubah menjadi Grab dan selanjutnya akan difokuskan pada layanan taksi berbasis aplikasi. Perusahaan ini sendiri dibentuk oleh Anthony Tan dan Tan Hooi Ling, yang keduanya ini merupakan lulusan dari Sekolah Harvard Business School.

Ide untuk mendirikan GrabTaxi pertama kali muncul tatkala Anthony Tan yang merupakan seorang mahasiswa di sekolah Bisnis Harvard dan teman sekelas mengeluh ketika memanggil/menyambut taksi di Malaysia. Anthony Tan menyusun suatu rencana bisnis untuk membuat layanan seperti Uber yang akan mendapatkan sokongan dari investor. Sebagai bungsu dari tiga bersaudara ia memutuskan untuk keluar dari bisnis keluarga pada tahun 2012 untuk memulai GrabTaxi, sebuah merupakan aplikasii mobile yang menawar.

Lokalisasi Grab

GrabTaxi atau MyTeksi sebagaimana yang dikenal di Malaysia, secara resmi diluncurkan ke publik pada bulan Juni 2012. Perusahaan ini kemudian memperluas diri ke Filipina pada bulan Agustus tahun 2013 serta ke Singapura dan Thailand pada bulan Oktober pada tahun yang sama.

Pada 2014, GrabTaxi lanjut terus berkembang dan terus berekspansi ke negara­negara baru. Misalnya di Kota Ho Chi Minh di Vietnam pada bulan Februari dan Jakarta. Di Indonesia pada bulan Juni Pada tahun yang sama, GrabTaxi kemudian diperluas ke dua kota lainnya di Filipina yaitu kota Cebu (Juli) dan kota Davao. Pada bulan Oktober Sebuah versi beta dari aplikasi ini diluncurkan di Pattaya, Thailand pada bulan September tahun 2014.

Pada Mei 2014, Grab meluncurkan GrabCar di Malaysia dan Singapura. GrabCar berfungsi sebagai layanan transportasi alternatif yang menggunakan mobil melalui mitra berlisensi dalam upaya untuk mengatasi kurangnya pasokan dari transportasi umum selama jam sibuk.

Pada November 2014, GrabTaxi meluncurkan layanan GrabBike pertama di Kota Ho Chi Minh sebagai layanan percobaan. Pada Februari 2015, perusahaan Grab pun meluncurkan GrabCar + (layanan yang menyediakan armada mobil kelas tinggi/atas) di Filipina. Pada bulan Maret 2015, Grab memperluas diri ke Iloilo, Filipina. Per Maret 2015, lebih dari 75.000 driver telah terdaftar di GrabTaxi dan saat ini ada tujuh pemesanan yang dilakukan setiap detik.

Jasa atau Layanan yang disediakan Oleh Grab

  • GrabTaxi
  • GrabCar
  • GrabBike
  • GrabExpress
  • GrabFood

Related Posts

Grab, Perusahaan Teknologi Bukan Transportasi
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.